Seperti mentari, aku tak pernah bosan
tuk kembali mengulang tiap detik bersama anginmu yang setia.
Pun ketika rindu itu kembali resah,
aku masih setia menunggu semilir angin dari lembahmu.
(ungkapan hati terdalam)
Seperti mentari, aku tak pernah bosan
tuk kembali mengulang tiap detik bersama anginmu yang setia.
Pun ketika rindu itu kembali resah,
aku masih setia menunggu semilir angin dari lembahmu.
(ungkapan hati terdalam)
Gerimis tidak menidurkan danau. Hanya membuat cemara termangu.
Tidak bergoyang…
Tidak menangis…
Hanya sepi membasahi baju.
Mentari menyibak gelap terasa lama. Janganlah kau takut untuk tersenyum. Beku dijiwa ini telah larut bagai es yang mencair. Haruskah bersedih karena telah di tinggalkan purnama?.
Menyebalkan banget kalo harus berada diantara 2 pilihan yang menyulitkan. Ditambah lagi tuduhan-tuduhan yang buat jadi bete.
Kapan sich kalo ada masalah buntu-buntunya nga harus kayak gini?