Jangan Berubah.

Beberapa hari ini, aku nga dapat mood sama sekali untuk menulis atopun apalah di blog ini. sekedar corat-coret pun nga ada ide yang mau berbaik hati utk berbagi.

Sampai pada akhirnya aku membaca kembali sebuah buku dan dapat sebuah cerita yang bagus. Bagus untuk diri sendiri dan untuk dibagikan ke semuanya.

—————————————————————————–

Aku sudah lama mudah naik darah. Aku serba kuatir, mudah tersinggung, dan egois sekali. Setiap orang , mengatakan bahwa aku harus berubah. Dan setiap orang terus – menerus menekankan, betapa mudah aku menjadi marah.

Aku sakit hati terhadap mereka, biarpun sebetulnya aku menyetujui nasehat mereka. Aku memang ingin berubah, tetapi aku tidak berdaya untuk berubah, betapapun aku telah berusaha.

Aku merasa paling tersinggung ketika sahabat karibku juga mengatakan, bahwa aku mudah naik pitam. Ia juga terus menerus mendesak supaya aku berubah. Aku mengakui bahwa ia benar, meskipun aku tidak bisa membencinya. Aku merasa sama sekali tak berdaya dan terpasung.

Namun pada suatu hari ia berkata kepadaku :

” Jangan berubah! Tetaplah seperti itu saja. Sungguh tidak jadi soal, apakah engkau berubah atau tidak. Aku mencintaimu sebagaimana kau ada. Aku tidak bisa tidak mencintaimu”.

Kata – kata itu berbunyi merdu dalam telingaku: ‘ Jangan berubah. Jangan berubah, Jangan berubah….Aku mencintaimu.’

Dan aku pun menjadi tenang. Aku mulai bergairah. Dan oh, sungguh mengherankan,

aku berubah!.

Sekarang aku tahu, bahwa aku tidak dapat benar – benar berubah sebelum aku menemukan orang yang tetap mencintaiku, entah aku berubah atau tidak.

Engkau mencintaiku seperti itu?

(diambil dari buku ‘Burung berkicau’ karangan A.de Mello SJ)

—————————————————————————–

Btw..ini nga ada hubungan na ama Berubah, demi semuanya. Jadi tenang aja…aku nga minta semua yang ‘menuntut’ perubahan leout blog ini untuk tetap mencintaiku. Wlapun kalo mungkin bisa seperti itu sech..aku nga bakalan nolak kok.

Menuntut perubahan tidak harus dengan cara yang keras atau kecenderungan untuk memaksakan kehendak. Kelembutan dan ketulusan pun dapat menciptakan perubahan yang mungkin akan lebih berarti.