Berbagi Kasih di Rainbow Foundation.

Berawal dari omongan iseng antara sesama Paraikatte AM awal bulan ini, Dimana pengen mengisi bulan kasih sayang ini, dgn cara yg berbeda. Secara bulan Februari katanya Bulan kasih sayang dan makna kasih sayang yang kemaren hot-hotnya dipersiapkan selalu berhubungan ama VFuckalentine. Semuanya serba pusing dgn persiapan ini itu menyambut Hari Kasih Sayang itu, mulai dengan pernak pernik serba pink, bunga-bunga, segala hal yg berbentuk hati lope-lope.

Dicari lha bentuk yang lain hingga tetap bisa ikut serta berbagi kasih sayang, yang melulu ama pacar, candle light dinner, …pikir-dipikir….tercetus lha ide untuk berbagi buku dengan anak-anak kurang mampu tapi haus akan ilmu pengetahuan dan mau belajar. Akhirnya Event ini dinamakan Berbagi Kasih Berbagi Buku.

Mengapa harus berbagi kasih dengan media berbagi buku,Na?
*ehm…ehm… pasang tampang serius, benarin kerah baju…test vokal lamaaaaaa….*
Adakah yang beranggapan buku adalah media pemberi ilmu yang efektif buat yang membaca?
*pertanyaan kok dijawab dengan pertanyaan sech,Na?*
Saya….!!! *angkat tangan sendiri*

Yach..alasannya buku buat saya memiliki banyak manfaat, selain menambah ilmu pengetahuan (bukan ilmu pelet.kecuali baca buku ilmu pelet lain lagi ceritanya). Dengan baca buku bisa dapat kenikmatan tersendiri apalagi pada saat masih kecil dibacain dongeng..imajinasi langsung melayang-layang. Dan dengan buku kita bisa mendapatkan ‘satu’ ilmu.
Ada nasehat sederhana dari Guru aku saat masih SD dl…” Bacalah buku maka kau akan mengenal dunia dan tidak menjadi seperti katak dalam tempurung” (Waktu SD nga terlalu paham maksudnya apa).

Sekarang dari hanya sekedar omongan biasa akhirnya bisa jadi kenyataan juga hari ini. Dari masa persiapan event ini sampe pada masa ngumpul-ngumpulin buku dan dana untuk event ini dikerjakan selama beberapa minggu, hingga sampai hari pelaksanaannya di hari ke-24 bulan ini. Semua ini tak lepas dari kerjasama beberapa pihak yang mendukung acara ini. Betewe….ada Bintang tamu dari jauh di pulau seberang sana lho, tapi sudi menyempatkan diri untuk hadir. Sapa dia….??? Penasaran….??? Makanya baca trus sampe habis.

1st Destination :
10.00 wita. Toko ATK (Alat Tulis Kantor) Agung.

Belanja pendamping buku-buku bacaan yang akan disumbangkan nantinya, mulai dari buku tulis, buku gambar, pensil, pulpen, pensil warna, pengarisan dan alat berhitung. Tugas belanja untuk permulaan ini dikerjakan oleh : Kak Irha, Ina dan Unga.

2nd Destination :
10.34 wita. Gramedia Mall Ratu Indah.

huntingbuku.jpg

Untuk membeli beberapa buku-buku tambahan (buku dongeng,dsb), yang nantinya untuk disumbangkan juga. Secara banyak yang menyumbangkan dana segar ketimbang langsung buku bacaan. Dan di tempat ini juga jadi tempat ngumpul sebelum ke Yayasan yang dituju. Disini Paraikatte AM yang hadir ada Ally, Muse, Iqko, Ina, Kak Irha, Unga dan Bu RT.

3rd Destination :
11.15 wita. Yayasan Rainbow Foundation.

Singkat tentang Profil Yayasan ini. Yayasan ini membantu sekitar 120 orang anak perempuan kurang mampu.

Kenapa dikhususkan untuk anak perempuan saja?.
Keprihatinan akan nasib anak-anak perempuan yang kadang tidak mendapatkan kesetaraan hak dalam mengenyam pendidikan yang layak jika keluarga mereka dihadapkan pada himpitan ekonomi. Dari dulu kita ketahui bersama anggapan para orang tua kalau perempuan setinggi apapun mengejar ilmu pasti akan kembalinya ke dapur juga. Nah, kalo sudah dihadapan pada ekonomi pas-pasan mendingan nga usah sekolah aja. Padahal anak perempuan-perempuan ini nantinya akan menjadi seorang ibu juga, jadi orang tua juga, bagaimana nantinya mereka akan mendidik anak-anak mereka yang notabene adalah generasi penerus bangsa ini,jika mereka sendiri tidak mendapatkan hak dan pendidikan yang setara dan layak. Lingkaran setan yang nga akan pernah berhenti. Jadi Rainbow Foundation ini ingin memberikan perhatian lebih pada anak-anak perempuan usia sekolah. Rainbow Foundation terbentuk atas prakarsa sepasang suami istri asal Belanda bernama Mr. Yos dan Mrs. Inge. Yayasan ini membantu anak-anak perempuan dengan cara memberikan beasiswa dan bantuan dalam membayar uang spp dan penyediaan seragam sekolah. Yach itulah Profil singkat dari Rainbow Foundation. (jika ada pertanyaan silahkan di Japri saja ke saya). Sebenarnya aku punya story tersendiri dengan Yayasan ini beberapa tahun yang lalu,sebelum akhirnya aku kembali lagi kesana dan melihat mereka lagi setelah sekian tahun. ( nanti aja kl sempat diceritain tersendiri).

Kami datang dengan membawa kardus berisikan alat tulis dan buku-buku. Disambut dengan tatapan penuh tanda tanya adek adek di Yayasan itu. Secara kami datang walaupun nga banyak sech,cuma bawa-bawa kardus yang pastinya bikin penasaran aja.

museiqko.jpg

Kehadiran kami diterima oleh Mas Tunggorono sang pengurus yayasan ini.
Acaranya bersifat santai…dan serba apa adanya dibalut kesederhanaan. Kami memulainya dengan menceritakan maksud kedatangan kami kesana, memperkenalkan Komunitas Blogger Makassar dan Event ini secara singkat. Kemudian mulai membagikan untuk perorangan semua perlengkapan tulis menulis yang kami beli tadi. Dan secara simbolik memberikan buku-buku bacaan yang terkumpul kepada Mas Tunggorono untuk bisa dimanfaatkan bersama-sama.
Senang rasanya bisa berbagi dengan mereka. Walaupun buat kita apa sech arti beberapa buah buku tulis, pensil kayu, dll. Tapi dimata mereka saat itu, itu semuanya benda yang berharga dan bisa membuat mereka senang. Saat mereka senang, tersungging senyum kebahagiaan yang menghapus semua rasa lelah persiapan acara ini.
Ekspresi itu yang membuat semuanya ini menjadi sangat mahal dan berharga tak bisa tergantikan dengan apapun.

Acara dilanjutkan dengan ramah tamah singkat, diselingi canda tawa, dan adek adek ini juga mempertunjukan kebolehan mereka bernyanyi. Ada salah satu diantara mereka, namanya Jane yang berusia 4 tahun, ia berasal dari keluarga tidak mampu dimana ayahnya seorang penarik becak. Saat didaulat untuk unjuk bakat Jane memilih bernyanyi saat ditanya mo nyanyi lagu apa, dgn tersipu tp percaya diri ia menjawab lagu dangdut ” Ayo Joget sama-sama” dan saat ia bernyanyi tak ketinggalan kami disuguhi goyangan yang bikin kami sampe terheran-heran. Joget dangdut yang ia tampilkan diadaptasi mulai dari gaya ngebor, gaya patah-patah,dsb. Jane diusianya yang masih sangat muda ternyata sudah sering berkeliling kampung untuk sekedar melakukan pertunjukan nyanyi dan joget dangdut yang dimana lagu dan jogetnya tergolong tidak sesuai dengan usianya. Apa yang dilakukan Jane sempat membuat kami semua tertawa terbahak-bahak dan dgn tatapan kagum,tapi disisi lain membuat saya berpikir. (tp pikiran saya nda penting untuk dibahas kali ini).

Akhirnya Datang Juga…..!!! *niru acara di telepisi
Bintang Tamu jauh yang sudah ditunggu-tunggu dari pagi tadi. Sapakah dia??
Kang Herry dari Bandung. Si Aki na Barudak Batagor.net
Suprise…..!!! Benar-benar terharu akan kesediaan Kang Herry buat datang untuk acara sederhana macam ini.
Dengan Tekad baja dan wanti-wanti nga mo dijemput dari bandara (ini bikin was-was,scr ini baru pertama kalinya Si Aki menginjakkan kaki ke pulau sulawesi), dan bermodalkan kenekatan naik ojek dan becak dlm cuaca hujan-hujan akhirnya sampe juga di lokasi. *salut* ini baru namanya tamu nekad dan nga merepotkan. *membungkuk hormat*

Beware…akan ada postingan khusus kopdar na Kang Herry, soalnya kl dibahas disini nga tau ampe berapa panjang postingan ini.

Nga lama berselang setelah Kang Herry datang, Acara Berbagi Kasih Berbagi Buku kami pun berakhir. Acara Berbagi Kasih Berbagi Buku ini diharapkan biasa dilaksanakan lagi hingga nantinya menjadi acara rutin.

Acara Selanjutnya….Kopdar bareng Kang Herry….live report na bisa dibaca nanti di Postingan “12 Jam bareng Kang Herry” —- Coming soon…! *halah*

Terima kasih pada semua yang telah ikut berpartisipasi dalam event ini sehingga biasa terlaksana dengan baik,mohon doanya semoga kegiatan seperti ini bisa kembali kami laksanakan di bulan depan. *Amin*

Sapa aja para dermawan tsb, bisa dilihat disini.

Maaf postingan ini diluncurkan dengan skrinsyut seadanya. Tp bakalan di edit lagi kl daha ada foto tambahan. :D

Postingan terkait:

Sehari Bareng Angingmammiri, Di Acara Bagi2.