Ketika masih kecil, ada seorang anak perempuan kecil yang suka ikut Ibunya ke acara kondangan. Alasannya ada dua :
Melihat pengantin dan makan puding. He he he!
Suatu ketika, Sebutlah nama anak itu Cenik. Cenik diajak oleh Ibunya ke rumah temannya yang akan melangsungkan pernikahan. Teman Ibu adalah perempuan. Si Mbak yang akan menikah itu cantik ; tinggi,langsing, berkulit kuning langsat, dan Ia selalu baik pada Cenik. Saat itu Cenik datang pada malam midodareni, jadi Cenik enggan bertemu dengan pengantin laki-lakinya. Dalam angan-angan Cenik, pasti pengantin laki-lakinya cakep dan baik hati. Setara deh sama Si Mbak itu.
Tetapi beberapa hari kemudian, Cenik bertemu dengan pasangan muda itu dan…KECEWA. Ternyata suami Si Mbak itu engga secakep bayangannya.
Ketika sudah besar dan telah membaca beberapa buku yang berkaitan dengan pernikahan, Akhirnya Cenik sadar bahwa cinta enggak melulu soal perasaan. Cinta engga ditandai dengan rasa penasaran ketika seorang lelaki baru saja bertemu dengan perempuan (yang ia anggap) cantik. Ya, mungkin saja mereka bisa menjadi pasangan yang “hidup bahagia selama-lamnya”, tetapi tentunye enggak semudah itu perasaan tersebut disebut cinta. Itu cuma perasaan tergila-gila (infatuationo) yang keberadaannya hanya sementara.
Lebih jauh lagi, cinta adalah soal keputusan. Keputusan untuk menerima seseorang apa adanya, termasuk kelemahan dan kejelekannya. Kukira ini bukan hal mudah, karena bagaimanapun kita akan mudah merasa kecewa ketika menjumpai ketidaksempurnaan.
Karena itu, ketika Sang Pencipta mencintai kita, itu adalah hal yang sangat luar biasa. “Memangnya kita siapa, sih?” dan jika kita pakai bahasa Cenik tadi, mungkin akan terlontar pertanyaan, ” Kok pengantinnya jelek?”. Kita adalah pasangan pengantin jelek karena ketidaksetaraan kita dengan Sang Pencipta Yang Maha Sempurna. Ya, kalau kita menganggap penampilan kita oke (baca: cantik/tampan), bagaimana dengan isi hati kita? Apakah hati kita juga “oke”? ( Itu jadi pertanyaan penting bagiku).
Dan, Sang Pencipta memang mempunyai hati seluas samudera. Kok bisa ya, Ia mencintai manusia sementara kita kerap engga tahu berterima kasih? Tetapi begitulah Ia. Hati dan Cinta-nya memang enggak tanggung-tanggung. Semuanya buat kita.
Jadi, tidakkah kita teramat bersyukur dicintai TUHAN????
** Disarikan dari Buku “Tuhan, Ngobrol,Yuk!”.
*** Postingan ini tidak bermaksud membuat saya untuk terlihat religius.
*nga ada bakat*











43 Comments
Nama kecilmu Cenik tho nduk?
Berbahagialah semua lelaki jika semua wanita pemikirannya seperti yang kamu tuturkan itu nduk
Halah… Paling cenik itu mba ina sendiri… :P
Ya ya… Saya ndak ganteng, tapi dapet seseorang yang cantik… :>
Itu kok emona jadi bgtu???
Harusnya
sama :oops:
Aaarrghhh… Emona error.
Skaliyah hetriks…
jadi cenik itu udah besar sekarang?
hihihihi….
wew… konon katanya kecantikan dan ketampanan itu muncul dari aura *halah* kepribadian. Inner beauty *betul nga yah?* cenik itu siapa sih, na. kayaknya dia sedang belajar memahami sosok manusia, yah? lihat pengantin lelaki ndak begitu tampan kok kecewa dia. tolong dibisikin sama sei cenik itu, bahwa cantik dan tampan itu ndak mesti dilihat dari tampilan fisiknya doang, tapi kepribadian yang muncul dari dalam. *jaah… komen ndak nyambung*
*** Postingan ini tidak bermaksud membuat saya untuk terlihat religius.
*nga ada bakat*
btw, Tuhan memang sayang sama semua hamba-Nya, yang tampan, yang kurang tampan, atau yang tidak tampan sama sekali. yang dibedakan kan tingkat ketaqwaannya. *halah, komen ini tidak bermaksud membuat saya untuk terlihat religius.
*nga ada bakat* hiks.
huahahahaha..ya tuh si cenik itu si ina sendiri, wakakaka
tapi bagaimanapun juga kita harus tetap bersyukur atas nikmat yg diberi-Nya, walau dengan segala keterbatasan kita, kita harus tetap bersukur, karena kita takkan sanggup menghitung semua nikmat-Nya
@ -=«GoenRock®»=-
sapa bilang Cenik itu aku??? *sewot*
makasih Mbah atas pujiannya.
*hormat cucu pada mbahnya*
@ Adit-nya sapa?
“Ya ya… Saya ndak ganteng, tapi dapet seseorang yang cantik”
*lirik2 niez*
cantik…??? Iya dech niez cantik diliat dr Monas.
Nyampah kok disini
@ Ira
Makasih atas comment OOT na.
*lempar kak irha ke tong sampah*
@ Pak Sawali
nanti saya kasih tau si Cenik pak ttg masalah ini.
tp..dijaman skrg masih jrg nemuin org yg nga ngeliat penampilan fisik pak.
dan cenik itu cuma tokoh rekaan aja kok pak jd nga bisa diajak kenalan. *ditabok*
@ munir
@ Pak Sawali (lagi)
saya cukup bertaqwa nga yach pak???
*kok malah nanya pak sawali*
@ Febra
dibilangin bukan kok Mas.
Mas Febra ini dah bersyukur ama Tuhan,krn bisa comment di blog ini???
*siram bensin*
huahahahahaha…bensin saiki larang lo
@ Febra
*godain anak tukang bensin*
aku dapat diskon khusus kok :P
*siul2…
*mojok di pom bensin sebelah*
Wah, kamu relijius juga na. *siyul-siyul*
cenik……
*
gimana masih jelek kah pengantinnya?
*ngelirik ke ina
@ danalingga
*garuk garuk pala*
ahhh…dana!!!
@ aRuL
apa maksud lirikanmu,rul???
*curiga*
Na, gimana bisa nemu nama Cenik? artinya kecil loh dalam bahasa Bali
Teringat bukunya cak nun, sedang tuhan pun cemburu, ah, jadi malu non ama Tuhan…
bukankah kita mengenal Yin dan Yang…
he2
keseteimbangan dalam hidup, ada baik ada buruk. ada jelek ada cantik…
perpaduannya menimbulkan harmonisasi hidup
@ dg rusle
jangan gitu tawwa daeng
masa bilang ada baik *sambil tunjuk nanie* ada buruk *sambil tunjuk ina*
*ditimpuk ina pake sendal*
hmmmm lha trus? kapan kawin?
aaaah…..jd ingin mengevaluasi diri…agar kita bisa saling melengkapi ketidaksempurnaan pasangan..dan menjadikannya sempurna…
so..uda ada niat nikah?? heheheh
memangnya kita siapa sih? aku pun sering bertanya demikian. mungkin kita hanya jiwa yang bodoh tertipu oleh raga
tugasku masih boleh aku lanjut, kan? nanti aku kirim bye email. meski telat. hiks… aku benar2 malu hati dan memohon maaf yang sebesar2nya kepada teman2 di Makasar.
alo cenik!
aaaaaaaaaaaaaahahahahahahaha
wahh mbak yang ini keren nich.
Thanks God 4 loving me.
*mikir* klo ina yang jadi pengantinnya gimana ya reaksi cenik?
Untuk mencinta, keputusan utk menerima apa adanya memang penting, dan itu sudah dilakukan sejak awal. Ketika sudah menjalani, maka yg penting adalah kesediaan dan kebersyukuran. Kudu pandai2 mencari apa2 yg bisa disyukuri yg sebenernya memang ndak akan pernah habis. Bersedia dan Bersyukur, keduanya membawa kebahagiaan sendiri ketika dirasakan scr benar :-)
Biasanya perkataan itu tanpa sengaja kita lontarkan pada saat kita mengiringi pengantin dalam sebuah resepsi pernikahan. Pada awalnya kan kita belum tahu gimana paras pengantin yang di sana.
@ devari
Iya Bli’ dah tau kok kl Cenik itu artinya kecil dlm bhs bali.
nemunya dimana yach.
@ gempur
saya juga malu mas.
*sama2 pemalu
@ DR.
Betul Daeng. Setuju.
dimana-mana mmg hrs seimbang.
@ na
*lempar sandal ijo ke nanie*
@ abeeayang
May…!
@ theloebizz
blom niat buat married skrg.
@ Mbak Hanna.
introspeksi diri trus yach mbak.
aku juga ah…
seep mbak aku tunggu email na.
*duduk manis depan kompi nunggu email*
@ Mus
Haii…muse!!!
aaaahahahahahahaha
@ baliazura
makasih dibilang keren.
saya emang keren kok. *sombong sejenak*
Thx GOD 4 Loving me too
@ ekads

reaksinya pasti bilang :
“ih…cantiik na mbak ina”
*mekso*
@ ‘Nin
polos dan apa ada. Kyk saya. *dirajam*
@ Akhmad Guntar
Bersedia dan bersyukur. Betul bgt.
cuma kadang manusia suka kurang puas dan mau lebih dr yg sdh didapatkan.
@ Edi Psw
Pengalaman pribadi yach pak???
Oh, terima kasih Tuhan…
Kau sudah memberiku wajah tampan dan menawan..
*syukur + narsis
Sebel deh. Gara-gara itu aku jadi bingung harus nerima yang mana. Gara-gara itu banyak cewek berkelahi berebut jadi pacaru. Aku sebel.
tanamkan rasa syukur kita kepadaNYA.karena rasa syukur itu akan menghantarkan kita kedalam SurgaNya..amin allahumma amin..
@ Nazieb
Wakakakakaka…!
Jangan Narsis dong. *nada Jgn Gila Dong.
@ achoey
Halah…ngayal bgt..!! *nga percaya*
@ cempluk
*berdoa dimulai*
Amin…!
*selesai*
cenik itu kamu ya Na?
betewe, hati seluas samudera itu dulu kan sinetronnya Mbak Paramitha Rusady ya?
*balassan OOT >:) *
ih, mba ina…kamu kok gitu sih sama pengantin pria-nya ?! ga baik tau….
baiklah, saya memang cantik.
dan saya dapet lelaki yang ganteng, bukan cuma luarnya… :oops:
hummm… jelek dan tidak kan subjektip yah..
tapi walopun scr pisik bisa dibilang jelek barangkali keistimewaan dia memang di hati yg seluas samudra yg dianugrahkan dari Tuhan
walah…apakah ini alamat pasanganmu akan ganteng na?
*dirajam ina*
tapi ini postingan mantap. semantap mak nyus…
yang jelas, cinta sama rasa ingin memiliki itu tidak berbanding lurus…. *nyambung ngga yah* (mencoba ikut nimbrung)
bener banget. hal yang paling membahagiakan adalah dicintai oleh si Pencipta.
Penuh sekali….jadi bingung mu bilang apa…
tetntang apa sih???ini ada apa…ini ada apa…
@ chiw
iya itu nama saya.
kepanjangan dr Cenik cenik di dinding.
PUASSSS….!!!*tukulisme
Dasar Ratu sinetron… :P
@ niez-nya adit
yee….! pengantin pria sapa??
Niez…muji diri sendiri itu pamali lho.
apa lagi muji2 pacar sendiri.
*siul siul
@ fauzansigma
duh…dalam banget comment na.
@ cK

aku Amin kan aja chik.
*biar aman*
Mak nyus sapa chik? aku kenal na mak erot.
@ Raffaell
Nyambung kok.
dan tul bgt apa yg km bilang itu.
*stuju*
@ pink
Tumben, jd bijak gitu pink.
*dirajam pink*
@ indra1082
Nga ada apa2 kok.
[...] Sebaiknya sebelum anda membaca postingan in, baca dl postingan yang ini. Klik..! [...]
“lho, pengantin wanitanya kok jelek?!”
*lagi menghadiri sesepsi nikahan ina*
*kabuuuuuuuuuuuuurrrrrrrrrrr…..*
RSS feed for comments on this post. TrackBack URL
Leave a comment