Hidup untuk Apa???

Disclaimer:

  1. Postingan ini tidak dimaksudkan untuk mengurui siapapun. Ini hanya pemikiran dan renungan saya sebagai makhluk Tuhan yang paling seksi biasa. Jika tidak menyukainya yach sudah jangan dibaca. Gitu aja kok repot! *Gus Dur Mode On*
  2. Sekali lagi postingan ini tidak akan merubah tabiat saya yang urakan dan pecicilan menjadi perempuan yang kalem dan religius. ( umur 50 thn kali mungkin saya baru akan berubah jd ultraman)
  3. Sebaiknya sebelum anda membaca postingan in, baca dl postingan yang ini. Klik..!

lapar1.jpg

HIDUP UNTUK MAKAN atau MAKAN UNTUK HIDUP?

( Jawaban na silahkan dilayangkan pada kolom comment dibawah)

Apa Tujuan hidup Anda? Cobalah sejenak memikirkan, merenungkan, dan menggumuli sambil bercinta dengan pertanyaan itu. Yach pertanyaan itu penting biar hidup kita tidak seperti layangan putus, terombang-ambing.

Ada seseorang yang sejak muda berjuang sangat gigih untuk mengejar keberhasilan. Dan betul, ia berhasil. Ia tidak saja menjadi orang yang sangat kaya, tetapi juga pandai dan punya jabatan tinggi. Semua orang terkagum-kagum dengan kesuksesannya. Tetapi, ketika ia sudah tua dan pensiun, ia menengok kehidupan yang sudah ia jalani, dan merasa sangat hampa. ” Semuanya itu seperti usaha menjaring angin,” ato kata lain Sia sia diatas segala kesia-siaan”.

Kita semuanya pada dasarnya sedang menunggu giliran untuk bertemu dengan kematian. Sebulan yang lalu si Polan, kemaren si Pulin, besok entah siapa lagi. Suatu saat akan tiba giliran kita. Entah kapan, tetapi pasti. Pertanyaannya, apa yang akan dikenang orang ketika kita tiada? Akankah kita hilang dan dilupakan?

Ada cerita tentang seorang pria yang mempunyai 4 (empat) istri, begini ceritanya :

*semuanya diam, suasana menjadi hening…sunyi..senyap…tiba-tiba anjing melolong..pembaca terkejut…dan saya lari ketakutan. (halah)*

Suatu saat pria itu sakit parah, dan sudah hampir mati. Ia ingin istrinya menemani sampai pada kematiannya.
Maka, dipanggillah Istri keempat, wanita cantik jelita dan seksi. “Istriku, aku akan mati. Temani aku,sampai aku mati,” pintanya.
” Menemanimu sampai mati? Tidak, aku tidak mau,” jawab sang istri sambil pergi tanpa menoleh lagi kepadanya.

Istri ketiga dipanggil, wanita berpenampilan modis dan trendi. Permintaan yang sama ia ajukan. “Apa? Menemanimu sampai mati?” sahutnya. ” Tidak mau. Lebih baik aku menikah lagi.”

Istri kedua dipanggil, wanita berpenampilan biasa. Kepadanyalah sang suami sering meminta pendapat tentang berbagai hal. “Istriku, tak lama lagi aku akan mati, aku ingin sekali kamu ikut denganku,” pinta si suami.
” Aku tidak bisa sekalipun aku mau,”jawab si istri. ” aku hanya bisa menemanimu sampai lubang kubur”.

Terakhir, istri pertama, wanita sederhana. Permintaan yang sama diajukan padanya, “Suamiku,” jawab sang istri. ” Tidak usah khawatir. Tanpa kamu minta, aku akan menyertaimu selamanya, bahkan sampai kematianmu.”

***

Pada dasarnya, kita memliki empat “istri” Poligami no way Poliandri Yes!!. Istri yang keempat seperti penggambaran diatas adalah tubuh jasmani kita. Betapa pun baiknya kita menjaga dan merawatnya, tubuh jasmani kita akan meninggalkan kita, hilang tanpa bekas.

Istri ketiga adalah Kekayaan dan jabatan. Ketika meninggal, kita tidak akan membawanya serta, dan justru akan beralih ke orang lain. Tapi kalau situ maruk yach silahkan dibawa sampe ikutan di kubur biar dimakan cacing garong.

Istri kedua adalah teman-teman, kerabat dekat, dan keluarga kita; seberapa pun besarnya kasih sayang mereka kepada kita,mereka hanya bisa mengantar kita sampai pada lubang kubur, tidak lebih.

Dan istri yang pertama adalah amal ibadah, keimanan serta ketaqwaan kita pada Tuhan dan sesama selama kita hidup, yang akan menyertai kita sampai mati. *kok saya jadi religius begini yach?

Maka, benarlah kata pepatah , gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, sedang manusia mati meninggalkan nama, amal ibadahnya untuk Tuhan dan sesama. *catet*

Mau beramal dan beribadah dengan cara mudah? Ikutan aja acara menarik dibawah ini, tepatnya Minggu, 09 Maret ’08 yaitu:

Bebersih Bandung Yuk! Jilid 2 ( Taman Hutan Raya). Ikutan yuk..!!!

Mari membuat dunia ini lebih baik..!!