Postingan ini bukan untuk mengasihani siapapun…
cuma ingin meminta waktu sedikit bagi yang melihatnya untuk menengok sejenak
ke belakang kita..
ke samping kiri -kanan kita…
atau bahkan melihat kondisi yang ada di depan mata kita sehari-hari.

Anak-anak manis ini…adalah anak-anak yang hidup di Kelurahan Ballaparrang, Makassar.
mereka besar di jalanan…berasal dari keluarga yang serba pas-pasan.
Pas ada uang…pas juga buat makan..pas nga ada uang..pas juga anak harus bayar sekolah.
Di sekeliling kalian,dimanapun itu..pasti ada gambaran serupa macam ini.

Ini kondisi lingkungan tempat mereka tinggal…tumbuh besar dan bermain.

Kalo ini…namanya Rusdin. Anak laki-laki yang selalu ceria dan kadang suka rada sok tau.
Usia 11 tahun dan Rusdin pun belum bisa membaca. Rusdin tidak bersekolah seperti teman-teman sebayanya.
Bisa mengenal huruf…tapi kalau sudah digabungkan menjadi sebuah kalimat, ia menyerah dan jadi malu karena tidak bisa membacanya.
Rusdin kadang kurang percaya diri untuk belajar bersama dengan teman-temannya yang sebaya, karena seringkali diejek.
Dan kalau digabung bersama teman-teman yang lebih kecil, ia jadi malu karena ia jadi anak yang paling besar.
Ah…Rusdin, sosoknya memang tidak special tapi setelah sering bergaul bersamanya membuat ia terlihat begitu istimewa bagiku.
Dengan kepolosannya kadang ia bisa membuat saya tertawa…
Dengan keceriaannya kadang ia suka bikin saya gemas kalau sudah hiperaktif kesana kemari…
Dengan kerasnya hidup kadang ia membuat saya bercermin betapa anak sekecil Rusdin lebih bisa menerima dan menjalani hidup tanpa banyak mengeluh.
Dan dengan kebandelan khas anak jalanan kadang tak jarang ia membuat saya dan beberapa teman pusing menghadapinya.
Keistimewaan Rusdin bagi saya adalah ketulusannya dalam hidup.
Ada satu hal yang tidak bisa saya lupa kala pertama kali mulai bergaul bersama Rusdin di tempatku bekerja..
Rusdin pernah berucap : ” Kakak ini baik…tapi lebih suka sok galak” dan langsung pasang ekspresi nyengir tak bersalah.
Dan sebuah ketakan “lembut”pun jadi hadiah dari saya. Wakakakakakaka…jujur sekali anak ini.
Semua yang terdokumentasi dalam foto ini adalah nyata tanpa rekayasa..Keadaan yang nyata kami temui saat Komunitas Blogger Makassar AngingMammiri.org melakukan survey keluarga miskin di kelurahan Ballaparang, Makassar Sabtu tanggal 31 Januari 2009 kemarin.
Lakukan hal kecil saja bagi mereka…itu sudah sangat berarti. Janganlah dulu berpikiran buruk kalau melihat keadaan mereka.
Masukin dunia mereka…maka akan ada sinergi kehidupan yang bisa kita jadikan pengalaman berharga.
Tidak semua yang ada di dalam atau di sekitar mereka itu negatif …
Jadi berikan sedikit waktu dan Tengoklah sejenak….
*Ahh…entah mengapa kalo sudah bahas tentang anak-anak ini dan kehidupan mereka, bawaannya jadi sentimentil dan rada gimana gitu..hehehe*










21 Comments
semoga kegiatan AM akan memberikan secerah harapan bagi mereka…untuk optimis menggapai harapan
hasil fotonya baguss…

Ina :
Semoga ya,fis.
makasih..
*soal foto itu dah bakat alam* :P
Ah iya jeng Ina
Ina :
ah…jeng desti.
*tabok*
Foto-foto yang menggugah dan menyentuh Nurani. Thanks for share dan mudah-mudahan saya bisa ikut partisipasi untuk kegiatan tersebut minimal sumbangan dana ala kadarnya.
Ina :
lebih mengugah lagi pas liat realnya pak.
terima kasih pak buat supportnya.
ina?
Ina :
Mus??
hi mbak ina,….salam kenyal ya… :-)
tulisanmu tuh sungguh kenyal kyk dodol, manis dan liat,tapi berkesan dan enak…
boleh kan klo gw mampir lagi ?
Ina :
Hai gwgw..salam kenal juga. *kenyal?*
senang bgt ada suka ama tulisanku, smoga trus berkesan ya.
silahkan mampir kapan aja…welcome kok.
wah salut sama AM yang terus mengadakan aksi nyata. ayo nalek, semangat semangat!
Ina :
Budiono???
sapa ya?? *jual mahal*
Menjura!
Ina :
Mayak!!! :P
salut wat angingmamiri
tadinya pengen nyampah di sini
tapi ngeliat photo2nya jadi sentimentil gini
yah
tadi nya pengen nyampah di sini tapi ngeliat photo2 itu kok jadi nggak tega yah..
huhuhu pa kabar na
salut wat aksi baksos nya
Ina :
wakakakaka….sokorin :P
Hai,bedh..!
diriku baik baik saja…pakabar?
Makasih..makasih…
Salute blogger AngingMammiri.
Salam kenal, ditunggu di blog aku.
Ina :
Makasih…
Segera meluncur ke TKP. hehe…
Salut utk kegiatan blogger anginmammiri. Semoga tidak terhenti sampai di situ…oh ya foto foto yang ditampilkan bagus….!!!! Salam,…….
Ina :

Makasih Pak utk supportnya. semoga bisa berkelanjutan.
fotonya hasil jepretan amatiran pak.
*tersipu dipuji*
ya ampun.. miris banget yaa..11 tahun masih buta huruf.. menyedihkan..
emang kita harus melihat sekitar kita.. ternyata banyak orang yang membutuhkan uluran tangan kita
Ina :
miris tapi ya kenyataannya demikian.
semoga nga terus2an ga bisa baca aja..makanya rusdin ini trus diajarin.
Sudah saatnya kita bergerak, walau hanya melakukan hal hal yang kecil.
Ina :
mulai dari yang kecil..trus yang besar…
Kelihatannya kawasan kumuh ya?
Anak-anak baik yang tidak bernasib baik…
Ina :
Iya..kawasan kumuh ditengah gemerlap kota.
wah .. salut salut
Ina :
Makasih Makasih..
Hai Na, kemana aja.
Kiran menghilang. Kmrn2 aq buka purpleholic, udah lenyap… ternyata ga sengaja nemu link ini barusan dr bw…
Ina :
*peyuk2*
Hai mbak zeee…
hehehe..ngilang abis hiatus 6 bulan,mbak. blog lama dah hangus,pindah kesini deh. Maap blom bw ke blognya mbak.
hehehe..berasa anak hilang aja diketemukan
makasih mbak dah mampir.
pemdangan sprt ini, tak pernah ada hbsnya menguras rs iba dalam hati Qta..
btp hidup menggerakkan lika-likunya…
hidup mengajarkan banyak hal pd sluruh makluk, bahkan kepada Qta yg kerap kali hanya bs menangisi sesuatu yg kcil, tanpa pernah Qta sadari, banyak org2 di antara Qta yg jauh lbh ‘kurang’ dr Qta..
Nice post sist
Ina :
lebih memaknai hidup.
ya setiap manusia ada saja ketidakpuasannya. Tapi ya coba bercermin dari mereka saja lha.
Thx,sarah.
pemandangan seperti ini sebenarnya adalah sebuah cermin bagi kita, cermin betapa hidup kita itu sangat beruntung..jauh lebih beruntung dari mereka..
dan karena itu kenapa kita bersyukur, meluangkan sedikit waktu dan tenaga untuk membantu mereka, merengkuh mereka dan membuat mereka bisa sedikit punya harapan yang lebih baik di masa depan..
thank you Ina..
postinganmu sedikit menyentil dan semoga mampu menyadarkan kita semua kalau masih banyak saudara-saudara kita yang kurang beruntung..
merci beacoup..
Ina :
Makasih daeng buat komentnya.
Ina :
Hiks… *sodorin tissue*
cup cup cup…
ina..
senyum mereka lucu, tidak terlihat sedih.
sepertinya mereka bahagia didekatmu
Ina :
hehehe…makasih.
kalo liat senyum mereka, ga nyangka yah kalo mereka sebenarnya menanggung beban yang tidak ringan…
RSS feed for comments on this post. TrackBack URL
Leave a comment