Lihat sekarang…
ditengah riuh redamnya suara-suara dan gelak tawa.
ditengah keramaian orang – orang ini…
pentas peran tak saling mengenal sedang dimainkan.
Ya…cerita indah itu telah usai…
namun haruskah menjadi asing satu sama lain?
Ah..sudahlah….
tak usah hiraukan kata -kata ini.

Mimpi yang aku ceritakan padamu itu
adalah mimpi masa kanak-kanakku
yang sampai saat ini masih membekas di ingatan.
Dan terkadangpun masih menjadi impian
dalam usiaku saat ini
yang sudah harus menatap realita.
Penasaran? Klik aja disini
I doubted my ability to lose him.
I doubted my ability to remove all about him from my life.
Could I end all these lies that one meant to lose him for evermore?.
Could?
That did still not happen fully
but the feeling of the illness already was felt.
Scratch the very deep wound.
His presence without being realised by me equipped my life.
His breath appeared to become my breath.
I only human that only normally lives if I breathed.
But how if that became my breath personally vanished?
** For Someone in the distance there.