August 24 Setia
Seperti mentari, aku tak pernah bosan
tuk kembali mengulang tiap detik bersama anginmu yang setia.
Pun ketika rindu itu kembali resah,
aku masih setia menunggu semilir angin dari lembahmu.
(ungkapan hati terdalam)
Seperti mentari, aku tak pernah bosan
tuk kembali mengulang tiap detik bersama anginmu yang setia.
Pun ketika rindu itu kembali resah,
aku masih setia menunggu semilir angin dari lembahmu.
(ungkapan hati terdalam)
7 Comments
Huahuahua…
Mo setia ama sapa…? wong fai hung…*salah
wong pacar aja nga punya.
*jomblo mode ON*
dalemmm…..met weekend yah
@ Gerry
Ma kasih…jd Malu. Tp lbh daleman sumur dibelakang rumah kok.
Happy weekend too..!
Hmm… dan mungkin kegalauan hatiku akan tak seindah waktu itu. Waktu ada sebuah perasaan yang sempat untuk diukir namun hilang bersama gelombang pasang malam purnama di pantai kuta yang menggigit sukma ku.
*masih bisa ternyata gua
Salam kenal yah Ina
@ mamat
Bagus bgt…!
Salam kenal juga. Ma kasih dah mampir
Huahahahhaha… kubaca berkali2 dan kutetap tak mengerti maksud dari hatimu yg terdalam ini….
ah sudah pudar ternyata kemampuanku membaca kata2 indah seperti ini….
@ Cie
Nga perlu dimengerti kok. cukup dirasakan aja.
kl nga bisa juga dirasakan. yach berarti kemampuan kamu dah benar2 pudar
Hahahaha….
Becanda Cil…!
RSS feed for comments on this post. TrackBack URL
Leave a comment