Dalam perlawanannya Indonesia melawan Belanda di Surabaya yang berlanjut selama tiga minggu. Hari ini kemudian di peringati sebagai Hari Pahlawan.
Dewasa ini, memperingati Hari Pahlawan dengan semangat baru, cara baru, pandangan baru, adalah penting. Sebab, kita sama-sama menyaksikan keagungan jiwa revolusioner Hari Pahlawan yang dicetuskan oleh Bung Karno telah dibikin mandul atau kerdil oleh orang – orang yang mengaku sebagai anak bangsa ini. Pastilah para pahlawan kita dari berbagai angkatan, berbagai suku, berbagai agama dan aliran politik, menangis sedih dalam makam mereka, melihat keadaan bangsa dan negara kita yang seperti sekarang ini. Bukanlah bangsa dan negara yang macam sekarang ini yang mereka cita-citakan ketika mereka bersedia mengorbankan diri dalam berbagai medan perjuangan, termasuk dalam pertempuran-pertempuran di seluruh tanahair.
Banyak tokoh-tokoh politik, pemuka masyarakat dan pejabat yang benar-benar sudah menjadi penjahat dan pengkhianat rakyat. Banyak di antara mereka sudah tidak peduli lagi terhadap kepentingan publik. Mereka menghalalkan segala cara untuk mencuri milik negara dan rakyat. Mereka tidak segan-segan menggunakan dalil-dalil dan kedok agama untuk menimbulkan perpecahan, dan menyebar benih-benih kerusuhan.
Pada Hari Pahlawan ini kita harus sama-sama mengembalikan Bangsa Indonesia kepada peran (dan pesannya) yang semestinya sebagai bentuk kita menghargai warisan dari para pejuang kita. Ini adalah tugas utama bangsa kita, termasuk dari kalangan pendidikan dan sejarawan. Generasi muda harus dididik untuk menghayati benar-benar semangat pengabdian kepada rakyat dan pengorbanan diri demi kepentingan nusa dan bangsa. Kalangan sejarawan (dan pendidikan) perlu sekali meninjau kembali buku-buku sejarah dalam sekolah-sekolah, sehingga generasi muda kita mengenal sejarah bangsa secara benar (ingat : pemalsuan yang memblingerkan : serangan 1 Maret dan pendudukan 6 jam di Jogya oleh Suharto dan pemalsuan-pemalsuan sejarah lainnya).
Ingat kata- kata bijak : Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para pahlawannya. Bangsa Indonesia pernah dipandang besar oleh bangsa lain di dunia, terutama oleh rakyat-rakyat di Asia, Afrika dan Amerika Latin, berkat perjuangannya melawan kolonialisme dan imperialisme ( mohon dicatat antara lain : revolusi 45, Konferensi Bandung, Konferensi Pengarang Asia-Afrika, Konferensi Wartawan Asia-Afrika, Ganefo, Konferensi Internasional Anti Pangkalan Militer Aaing).
Sekarang ini, negeri kita Indonesia sedang terpuruk citranya di dunia. Sekali lagi, bukan negeri yang macam beginilah yang dicita-citakan oleh ratusan ribu (bahkan mungkin jutaan) pahlawan kita, yang dalam barisan panjang dan berliku-liku telah berbondong-bondong bersedia mengorbankan diri, demi kita semua dan demi anak-cucu kita.
Dengan tekad bersama untuk menjunjung tinggi-tinggi semangat revolusioner dalam mengabdi kepada kepentingan rakyat, marilah kita sambut peringatan Hari Pahlawan !










24 Comments
siapa pahlawan idola Ina?
Wahhhh
Selamat hari pahlawan!! Huhuhu
*mengenang Bung Tomo
*sok historis mode on
*gubrak
Hehehehe
marii..!!
eh, cara nyambutnya gimana yah… :|
eh, mbak Ina.. gimana kalo blognya dikasi rss feed..
Emangnya cita2 kaya apa yang dulu diinginkan para pejuang ? mereka sendri juga mungkin ngga tau kok.. mereka penginnya cuma merdeka aja
@banget
setuju nenk.. kemarin saya juga udah komplen hal yang sama
@mbak tikabanget sesama pengguna TM
http://inapurple.com/index.php/feed/
ini juga bisa
http://feeds.feedburner.com/inapurpleholic
hetrik apalagi
sayangnya kita kebanyakan pahlawan untuk bangsa dengan huruf b kecil.
jadi sekali lagi, kita bisa berbuat apa untuk Hari Pahlawan ??
selamat hari pahlawaaan!!!
aku tahu gimana menyambut hari pahlawan. gimana klo kita bikin pesta di taman makam pahlawan ?? pasti para pahlawan pada suka !!
[...] Tapi, apa yang lain bisa memanfaatkan momen ini dengan tepat ?? Ataukah sama aja kaya aku ?? Ahahhaaa…entahlah. Coba tanya pada mereka. *lirik Mba Ina [...]
ada blogger yang jadi pahlawan nggak ya?
oh ternyata situ yang panggil-panggil nama-ku :twisted:
Selamat Hari Pahlawan yan Na
Salam Militis!!!
selamat pahlawan
T_T
Tulisan yang bagus, na. Ya, mari kita teruskan perjuangan mereka. Selamat hari pahlawan ya. Setidaknya kita bisa menjadi pahlawan dalam keluarga.
Merdeka! Merdeka! Merdeka!
Hiduplah Indonesia raya!
semoga para pahlawan itu kembali untuk mem’betul’kan negeri ini
merdeka….!!!!
10 november….
hari kesedihan pahlawan..!!
@ caplang
Coba lha bertanya pada rumput yang bergoyang.
@ rara
*halah
tumben nasionalis ? hehehehehehe
@ -tikabanget-
- sambut dgn acara gelar karpet merah
- Ehm..udah dijawab ama caplang di bawah.
Liat nga?
@ funkshit
utk merdeka juga khan cita2.
@ caplang (lagi)
Wah..perhatian banget ma aku dech. *tersipu2 malu di pojokan.
Hetrixx trus….!
@ Imam Brontoseno
tul..tul….aku setuju mas
@ niez
Hahahaha….jd anak baik dan berguna bagi nusa bangsa *jawaban standart
@ giez
@ niez
good idea,niez. Bikin na pas malam jumat aja sekalian.
@ antobilang
kamu mau daftar,nto?
@ extremusmilitis
Kumat dech penyakit GR na.
@ almas
Selamat siang dan terima kasih. *halah
@ Hanna
Iya Mbak. Pahlawan tdk harus berkorban nyawa atopun berperang. Pahlawan bagi lingkungan sendiri juga patuh disebut pahlawan. Makasih ya Mbak.
@ uwie
semuanya itu judul lagu khan,wie.
@ aLe
*walah
minta arwah gentayangan dong,le? seram amat!
@ ally
merdeka…!! *singsingkan lengan baju
@ andy
Semangat!
jgn pesimis gitu dong.
tetap semangat
RSS feed for comments on this post. TrackBack URL
Leave a comment